Sabtu, 26 Januari 2013

Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan pada Sistem


Informasi adalah salah suatu asset penting dan sangat berharga bagi kelangsungan hidup  bisnis dan disajikan dalam berbagai format berupa : catatan, lisan, elektronik, pos, dan audio visual. Oleh karena itu, manajemen informasi penting bagi  meningkatkan kesuksusesan yang kompetitif dalam  semua sektor ekonomi.
Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi. Dengan tumbuhnya berbagai  penipuan, spionase, virus, dan hackers sudah mengancam informasi bisnis  manajemen oleh karena meningkatnya keterbukaan informasi dan lebih sedikit kendali/control yang dilakukan melalui teknologi informasi modern. Sebagai konsekuensinya , meningkatkan harapan dari para manajer bisnis, mitra usaha, auditor,dan stakeholders lainnya menuntut adanya manajemen informasi yang efektif untuk memastikan informasi yang menjamin kesinambungan bisnis dan meminimise kerusakan bisnis dengan pencegahan dan memimise dampak peristiwa keamanan.
Mengapa harus mengamankan informasi?
Keamanan Informasi adalah suatu upaya untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki. Kebanyakan orang mungkin akan bertanya, mengapa “keamanan informasi” dan bukan “keamanan teknologi informasi” atau IT Security. Kedua istilah ini sebenarnya sangat terkait, namun mengacu pada dua hal yang sama sekali berbeda. “Keamanan Teknologi Informasi” atau IT Security mengacu pada usaha-usaha mengamankan infrastruktur teknologi informasi dari  gangguan-gangguan berupa akses terlarang serta utilisasi jaringan yang tidak diizinkan
Berbeda dengan “keamanan informasi” yang fokusnya justru pada data dan informasi milik perusahaan  Pada konsep ini, usaha-usaha yang dilakukan adalah merencanakan, mengembangkan serta mengawasi semua kegiatan yang terkait dengan bagaimana data dan informasi bisnis dapat digunakan serta diutilisasi sesuai dengan fungsinya serta tidak disalahgunakan atau bahkan dibocorkan ke pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:
  1. Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
  2. Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
  3. Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).
Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, praktek-praktek, prosedur-prosedur, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.
Informasi yang merupakan aset harus dilindungi keamanannya. Keamanan, secara umum diartikan sebagai “quality or state of being secure-to be free from danger” [1]. Untuk menjadi aman adalah dengan cara dilindungi dari musuh dan bahaya. Keamanan bisa dicapai dengan beberapa strategi yang biasa dilakukan secara simultan atau digunakan dalam kombinasi satu dengan yang lainnya. Strategi keamanan informasi memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing ke-khusus-annya. Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:
  • Physical Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa otorisasi, dan bencana alam.
  • Personal Security yang overlap dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang dalam organisasi.
  • Operation Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk bekerja tanpa gangguan.
  • Communications Security yang bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Network Security yang memfokuskan pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi data organisasi.
Bagaimana mengamankannya?
Manajemen keamanan informasi memiliki tanggung jawab untuk program khusus, maka ada karakteristik khusus yang harus dimilikinya, yang dalam manajemen keamanan informasi dikenal sebagai 6P yaitu:
Planning
Planning dalam manajemen keamanan informasi meliputi proses perancangan, pembuatan, dan implementasi strategi untuk mencapai tujuan. Ada tiga tahapannya yaitu:
1)      strategic planning yang dilakukan oleh tingkatan tertinggi dalam organisasi untuk periode yang lama, biasanya lima tahunan atau lebih,
2)      tactical planning memfokuskan diri pada pembuatan perencanaan dan mengintegrasi sumberdaya organisasi pada tingkat yang lebih rendah dalam periode yang lebih singkat, misalnya satu atau dua tahunan,
3)      operational planning memfokuskan diri pada kinerja harian organisasi. Sebagi tambahannya, planning dalam manajemen keamanan informasi adalah aktifitas yang dibutuhkan untuk mendukung perancangan, pembuatan, dan implementasi strategi keamanan informasi supaya diterapkan dalam lingkungan teknologi informasi. Ada beberapa tipe planning dalam manajemen keamanan informasi, meliputi :
v  Incident Response Planning (IRP)
IRP terdiri dari satu set proses dan prosedur detil yang mengantisipasi, mendeteksi, dan mengurangi akibat dari insiden yang tidak diinginkan yang membahayakan sumberdaya informasi dan aset organisasi, ketika insiden ini terdeteksi benar-benar terjadi dan mempengaruhi atau merusak aset informasi. Insiden merupakan ancaman yang telah terjadi dan menyerang aset informasi, dan mengancam confidentiality, integrity atau availbility sumberdaya informasi.Insident Response Planning meliputi incident detection, incident response, dan incident recovery.
v  Disaster Recovery Planning (DRP)
Disaster Recovery Planning merupakan persiapan jika terjadi bencana, dan melakukan pemulihan dari bencana. Pada beberapa kasus, insiden yang dideteksi dalam IRP dapat dikategorikan sebagai bencana jika skalanya sangat besar dan IRP tidak dapat lagi menanganinya secara efektif dan efisien untuk melakukan pemulihan dari insiden itu. Insiden dapat kemudian dikategorikan sebagai bencana jika organisasi tidak mampu mengendalikan akibat dari insiden yang terjadi, dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan sangat besar sehingga memerlukan waktu yang lama untuk melakukan pemulihan.
v  Business Continuity Planning (BCP)
Business Continuity Planning menjamin bahwa fungsi kritis organisasi tetap bisa berjalan jika terjadi bencana. Identifikasi fungsi kritis organisasi dan sumberdaya pendukungnya merupakan tugas utama business continuity planning. Jika terjadi bencana, BCP bertugas menjamin kelangsungan fungsi kritis di tempat alternatif. Faktor penting yang diperhitungkan dalam BCP adalah biaya.
Policy
Dalam keamanan informasi, ada tiga kategori umum dari kebijakan yaitu:
  • Enterprise Information Security Policy (EISP) menentukan kebijakan departemen keamanan informasi dan menciptakan kondisi keamanan informasi di setiap bagian organisasi.
  • Issue Spesific Security Policy (ISSP) adalah sebuah peraturan yang menjelaskan perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dari segi keamanan informasi pada setiap teknologi yang digunakan, misalnya e-mail atau penggunaan internet.
  • System Spesific Policy (SSP) pengendali konfigurasi penggunaan perangkat atau teknologi secara teknis atau manajerial.
Programs
Adalah operasi-operasi dalam keamanan informasi yang secara khusus diatur dalam beberapa bagian. Salah satu contohnya adalah program security education training and awareness. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pekerja mengenai keamanan informasi dan meningkatkan pemahaman keamanan informasi pekerja sehingga dicapai peningkatan keamanan informasi organisasi.
Protection
Fungsi proteksi dilaksanakan melalui serangkaian aktifitas manajemen resiko, meliputi perkiraan resiko (risk assessment) dan pengendali, termasuk mekanisme proteksi, teknologi proteksi dan perangkat proteksi baik perangkat keras maupun perangkat keras. Setiap mekanisme merupakan aplikasi dari aspek-aspek dalam rencana keamanan informasi.
People
Manusia adalah penghubung utama dalam program keamanan informasi. Penting sekali mengenali aturan krusial yang dilakukan oleh pekerja dalam program keamanan informasi. Aspek ini meliputi personil keamanan dan keamanan personil dalam organisasi.

Minggu, 25 Maret 2012

PENGERTIAN BAHASA MENURUT BEBERAPA PAKAR


# BILL ADAMS
Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif


# WITTGENSTEIN
Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis


# FERDINAND DE SAUSSURE
Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain


# PLATO
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut


# BLOCH & TRAGER
Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

KESIMPULAN
            Dapat disimpulkan bahwa pengertian bahasa itu menurut pemikiran saya sendiri adalah Bahasa adalah sebuah system atau sebuah bentuk pemikiran yang bersifat realistis dan memiliki struktur yang logis . Dan pada intinya bahasa adalah sebuah alat komunikasi yang mempunyai fungsi dan ragam-ragam tertentu .




KATA-KATA DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA


1.abadi : kekal , tak berkesudahan
2.abadiah : abadiah , kekekalan
3.abang : saudara tua
4.abdi : hamba sehaya , budak tebusan , hamba negeri , pegawai negeri
5.abet : rupa , tingkah laku
6.abis : habis
7.abon : sayatan daging atau udang kering
8.absen : tidak hadir , bolos sekolah
9.abuh : bengkak , sembab
10.aci : pati , tepung
B
1.babad : riwayat ,sejarah , tampo
2.babas : terbabas , hanyut
3.babil : pembantah , tidak menurut
4.babit : melibatkan
5. bad : angin
6.bakso : sejenis makanan berasal dari Cina
7.banci : tidak laki-laki dan tidak perermpuan
8.bandel : tidak mau menurut , mokong keras kepala
9.bandu : sahabat , teman , kerabat
10.bantai : sembelih
C
1.cacil : amat kecil
2.calon : bakal , yang akan menjadi , kandidat
3.cam : minat , perhatian
4.camar : elang laut , lahap , rakus
5.cangkau : makelar
6.cangut : menonjol
7.caya : cahaya
8.celek :  buta sebelah
9.celup : pekerjaan mewarnai kain , mencelupkan
10.cengir : nyengir
D
1.dagu : bagian muka yang dibawah sekali
2.dah : dinas , sudah
3.daku : akan daku , aku , kami
4.dan : kata penghhubung antara dua kata
5.dedak : serbuk atau tepung dari kulit padi
6.da’wah ; menyiarkan , propaganda
7.de’ : karena , oleh
8.debu : abu , serbuk halus
9.dedemit : demit , hantu
10.dedes : musang
E
1.ebi : udang kering
2.egol : mengungkit
3.ejing : permainan
4.ekamatra : berukuran satu
5.ekstra : tambahan
6.elung : lengkung
7.emosi : perasaan batin yang meluap timbul dari hati
8.empal : daging sapi goring
9.endak : tidak
10.enteng : ringan
F
1.fact ; kenyataan
2.falakiah : ilmu falak
3.famili : kaum keluarga , kerabat
4.fatsal : pasal
5.final : terakhir , babak penentuan
6.fisik : badan , fisika , ilmu alam
7.flu : influenza , sariawan
8.fleksibel ‘; udah dibengkokan
9.folk : rakyat
10.formulir : surat isian
G
1.gada : pemukul dari kayu a, karet
2.gaek : tua sekali
3.gagasan ; ide , cita
4.gagu : bisu
5.ganar : bingung
6.gandek ; suruan saja
7.ganden : gandin
8.gapura: pintu gerbang
9.gapi : jepit
10.gardu ; rumah jaga
H.
1.habelur : Kristal
2.hadir : ada , dating
3.haiwanat : alam bintang
4.hajib ; penjaga pintu
5.hakam pengacara , pemisah
6.hana : luas lagi sunyi
7.hantu : ruh jahat
8.hanya ; Cuma , melainkan
9.haruan : ikan air tawar
10.haula : kekuasaan , kekuatan
I
1.iblis : setan , ruh jahat
2.ibni : ibnu , anak laki-laki
3.id : perayaan , hari raya
4.idzin : izin
5.iftar : habis puasa
6.ihwal : hal
7.ijil : anak lembur
8.ijuk : serabut dari pokok enau
9.ikab : hukuman , siksaan , dera
10.iklas : ikhlas


J
1.ja : saja
2.jaguar : harimau di afrika selatan
3.jahid : zahid , pertapa
4.jahudi : yahudi , bani israil
5.jakat : zakat
6.jamung : suluh , obor
7.jarubi : kutub selatan
8.jariji : jari
9.jat : zat
10.jawen ; jawi
K
1.kaba : dongeng , cerita , kabar
2.kabal ; kebal
3.kabat : kebat
4.kabeh : semua
5.kaci ; kain putih
6.kacoak ; lipas
7.kadera ; kursi , tandu
8.kado : hadiah , pemberian
9.kafan : kain pembungkus mayat
10.kahaf : gua



L
1.Laban : pohon
2.Labas : habis sama sekali
3.lahang : nira , tuak
4.lahap : rakus . banyak makan
5.laik : patut , layak
6.laip : lemah , daif
7.lakeri : lak
8.lambau : pertanian
9.lampion : tanglung , lampu kertas
10.Lampit : tikar dari rotan
M
1,ma’ : ibu , mak
2.mabok : mabuk
3.mabur : terbang , lari
4.majal : tumpul , tidak tajam
5.majalah : surat berkala terbit mingguan atau bulanan dsb
6.majasi : tidak sebenernya , sebagai kiasan , persamaan , dsb
7.majer : mandul , majir
8.maen : main
9.mahaesa : yang hanya satu , Allah
10.mahameru : gunung suci tempat dewa



N.
1.naas : nahas , sial
2.nablah : nabi wanita
3.nafas : napas
4.nafiri : terompet panjang
5.nagam : karangan mutiara
6.nagasari : pohon ( messua ferra )
7.naib : wakil , pengganti , muda
8.naif : sangat bersahaja
9.najam : binatang
10.nam : enam
O
1.oblak : lebar , luas
2.observasi : pengawasan
3.observer : pengawas , peninjau , penelitian dsb
4.odoh : jelek , buruk , kecil , bodoh sekali
5.oke : baik , jadi
6.oktober : bulan yang kesepuluh
7.oktopus : ikan cumi-cumi dengan delapan tangan
8.ong : seruan kepada dewa
9.orisinil : asli
10.organa : orgel
 P
1.paal : perbuatan
2.paceklik : musim kekurangan makanan
3.padma : bungha teratai
4.pagan : kuat , kukuh , teguh
5.pagas : memagas , memenggal , memangkas
6.pagina : muka atau halamanbuku dsb,
7.pakta : perjanjian persekutuan
8.paju : dipajukan , dimajukan , aju , maju
9.pakbon : setrika sekerja
10.pakcik : bapak kecil

Q
1.Q, q :  Huruh ke – 17 dalam abjad indonesia
2.Qari : Pembaca qur’an lali-laki
3.Qariah : Pembaca qur’an perempuan
4.Qasar : Pemendekan ( shalat )
5.Qiraah : Hal-hal yang berhubungan dengan pembacaan Al-quran
6.Quran : Kitab suci agama Islam
7.Qurani : Bersifat atau bersangkutan dengan Al-quran
.R
1.rabies : penyakit anjing gila
2.rada-rada : agak , sedikit
3.rafi’ : tinggi , mulia
4.raket : alat pemukul bola pada permainan tennis atau bulu tangkis
5.randah : selalu berpindah-pindah
6.rancah : tanah yg berpayah-payah
7.rangkaya : orang kaya
8.rangkang : merangkak
9.ranjang : tempat tidur dari besi
10.ranum : terlampau masak buah-buahan
S
1.sa : satu , esa
2.sabel : pedang
3.sabitah : bintang tetap
4.sabun : barang yang dipakai untuk mencuci
5.sabut : kulit berserat pada buah kelapa
6.sadar : merasa, tahu dan ingat kepada suatu keadaan
7.sahabat : teman , kawan
8.sangu : bekal
9.sangkala : waktu
10.sangking : saking
T
1.ta’aruf : perkenalan
2.tabe : tabik
3.tabia : gendang kecil
4.tablet : gentel . obat;pel
5.tabok : menabok ,menampar kepala
6.tablo : gambar , lukisan , gambaran
7.tada : takada , tiada
8.tadarus : tedarus
9.tahadi : tadi
10.tahir : bersih , suci , murni
U
1.ucu : bungsu , cucu
2.udah : sudah
3.udi : sial , malang , celaka
4.ulu : hulu
5.ulun : abdi
6.ulung : sulung
7.umah : rumah
8.umat : ummat
9.uncu : bungsu
10.unda : bunda
V
1.valensi : jabatan , pangkat dalam ilmu fisika
2.valium : kubu , benteng
3.vide : lihatlah
4.violet : warna ungu lembayung
5.visa : visum
6.vokal :  bunyi atau huruf harakah seperti a , I , u , e , o
7.vital : sangat perlu untuk hidup
8.via ; jalan , melalui
9.valuta : nilai uang
10.volenter : pekerja tentara dsb
W
1.wadah : bekas , tempat yang diisi sesuatu
2.wadat : membujang , tidak kawin
3.waduh : aduh
4.walad : anak laki-laki
5.walet : burung laying-layang
6.wan : tuan
7.wanara : kera
8.wandu : banci
9.wanita : perempuan , lebih halus; kaum wanita , kaum putri
10.wap : uap
X
1.xan’thippe : perempuan bengis
2.x-mas : chrismas , hari natal
3.x-ray : sinar x
4..’xy’lograph : perasaan benci terhadap seseorang
5.xy’lograph : ukiran kayu
6.xylonite : siloid : nama bahan
7.xylophone : silopon , alat music yg dipukul
8.xyster : penggores tulang , alat tabib
9.xenograf : ahli dalam membaca tulisan bahasa asing
10.xenobiotik : zat kehidupan asing bagi tubuh
Y
1.yad : tangan , kaki depan; sayap
2.yaitu : ialah , ia itu
3.yakin : kera besar yang hidup ditanah
4.yakni : ialah , yaitu
5.yakut : batu permata
6.yalah : ialah
7.yas : hias
8.yayi : adik , adinda
9.yen : rupiah jepang
10.yoyo : mainan yoyo
Z
1.zabad : jebat
2.zabah : sembelih , menyembelih
3.zabib : kismis
4.zahir : lahir
5.zalim : jalim
6.zamzam : air atau sumur jamjam
7.ziadah : tambahan
8.zoin : sion;langit
9.zikir : dikir
10.zohor : lohor